Sejarah Cengkareng (Bagian 3): Landhuis Tjengkareng

by -103 Views
WhatsApp Image 2019 04 03 at 17.31.14
Gedung bangunan Landhuis Tjengkareng

RadarKota – Industri gula di tanah partikelir Tjengkareng relatif berhenti setelah tidak ada lagi tanaman yang ditebang untuk menjadi kayu bakar. Kayu bakar yang didatangkan dari wilayah lain menyebabkan biaya produksi sangat mahal, dan harga jual gula sulit bersaing.

Keng Ko diperkirakan meninggalkan Tjengkareng, dan menutup suikermolen-nya sekitar tahun 1750. Hendrik van Stocktum, pemilik berikut tanah partikelir Tjengkareng, mendatangkan banyak pekerja dari luar untuk mengubah wilayah itu menjadi perkebunan.

Ia mencetak sawah, menanam kelapa, dan tanaman produktif lainnya. Ketika ancaman penyakit influenza mematikan menyebar di sekujur Batavia, Van Stocktum memanggil arsitek Michiel Romp untuk merancang landhuis, atau rumah pedesaan, di tengah Cengkareng.

Baca: Sejarah Cengkareng (Bagian 1): Kisah Para Landheer dan Warisan Sejarah yang Hilang

Tahun 1762, Romp memperindah tanah partikelir Tjengkareng dengan sebuah rumah, yang kemudian menjadi identitas wilayah itu. Memasuki abad ke-19, tanah partikelir Tjengkareng dimiliki David Johan Smith, seorang petinggi VOC.

Saat itu tanaman Tjengkareng benar-benar hilang dari ingatan kolektif masyarakat yang menghuni wilayah itu. Sebagai gantinya, bangunan yang dirancang Michiel Romp menjadi ikon. Orang Belanda memberi nama rumah itu Landhuis Tjengkareng.

Sepanjang abad ke-19, Tjengkareng berbilang kali pindah tangan, mulai dari landheer (tuan tanah) Tionghoa sampai perusahaan perkebunan Belanda. Tahun 1931, pemerintah Hindia-Belanda mengakhiri kekuasaan landheer dengan membeli tanah partikelir itu.

Baca: Sejarah Cengkareng (2): Tanah Partikelir Tjengkareng

Namun, pemerintah Hindia-Belanda memecah tanah-tanah itu dan menjualnya kembali ke sejumlah investor Tionghoa. Lie Kian Tek tercatat sebagai pembeli bagian dari bidang tanah Tjengkareng dengan Landhuis Tjengkareng di atasnya.

Dalam In En Om Batavia, sebuah majalah gaya hidup di Hindia-Belanda saat itu, seorang penulis melaporkan kunjungannya ke sejumlah landhuis di Ommelanden. Landhuis Tjengkareng salah satunya.

Khusus yang satu ini, In En Om Batavia menulis Landhuis Tjengkareng adalah bangunan berarsitektur rumah-rumah bangsawan Prancis era Raja Louis XV. Lie Kian Tek mempertahankan keaslian seluruh bagian rumah. Ia juga membuka toko roti di pinggir Kali Mokervaart, kira-kira di tepi Jl Daan Mogot, di bawah jembatan layang saat ini.

Leave a Reply