Wibi Andrino Desak Parkir Gratis Ojol 30 Menit, Pemprov DKI Jangan Cuma Tebar Janji!

RadarKota — Pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta masih menghadapi persoalan fasilitas saat bekerja, mulai dari minimnya shelter khusus hingga kebutuhan tempat parkir gratis. Aspirasi itu disampaikan langsung kepada Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, dalam dialog di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat, 9 Oktober 202.
Dalam pertemuan tersebut, para pengemudi menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas mereka di jalanan. Selain shelter sebagai tempat singgah, mereka mengusulkan fasilitas parkir gratis serta penyelesaian berbagai kendala yang kerap dihadapi selama bekerja.
Wibi mengatakan, seluruh masukan tersebut akan diteruskan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar dapat dipertimbangkan dan ditindaklanjuti menjadi kebijakan konkret.
“Banyak masukan berharga yang kami dapatkan dari teman-teman ojol, terutama terkait kebutuhan shelter dan parkir gratis,”
ujar Wibi.
Menurutnya, penyediaan fasilitas yang memadai dapat membantu pengemudi ojol menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong menghadirkan kebijakan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh para pengemudi, bukan sekadar berhenti pada pembahasan.
Jangan Sekadar Imbauan
Wibi secara khusus mendukung usulan pemberian fasilitas parkir gratis selama 30 menit bagi pengemudi ojol. Ia menilai, kebijakan tersebut perlu dibahas lebih serius dan tidak hanya mengandalkan imbauan kepada pengelola pusat perbelanjaan, apartemen, maupun rumah sakit.
Menurut Wibi, usulan itu dapat dibawa ke Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta untuk dipertimbangkan dalam pembahasan revisi peraturan daerah (perda) tentang perparkiran.
Ia juga menyebut Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah mendengar aspirasi para pengemudi. Penerapan parkir gratis, lanjutnya, masih dapat dibahas melalui kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan pengelola fasilitas swasta.
“Kami mendukung aspirasi teman-teman ojol terkait kebutuhan parkir gratis kurang lebih 30 menit. Ini sangat memungkinkan untuk dibahas lebih lanjut,”
katanya.
Meski demikian, usulan tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut sebelum dapat diterapkan. Para pengemudi ojol kini berharap aspirasi yang telah disampaikan mendapat tindak lanjut yang jelas.
Harapan Aspirasi jadi Kenyataan
Perwakilan pengemudi ojol, Anne, mengapresiasi DPRD DKI Jakarta yang telah membuka ruang dialog bagi para pengemudi untuk menyampaikan keluhan dan kebutuhan mereka secara langsung.
Ia berharap, pertemuan tersebut tidak berakhir sebagai forum penyerapan aspirasi semata. Menurutnya, kebutuhan pengemudi yang setiap hari beraktivitas di jalanan perlu dijawab melalui kebijakan dan langkah nyata.
“Kami dari ojol berharap DPRD DKI ikut menjembatani aspirasi dan keluh kesah kami sebagai pengemudi ojek online di jalanan,”
tandasnya.
Aspirasi mengenai shelter dan parkir gratis kini menjadi pekerjaan rumah bagi para pemangku kebijakan di Ibu Kota. Pengemudi ojol menantikan tindak lanjut konkret agar fasilitas yang mereka butuhkan tidak sekadar menjadi wacana.