KAMIS, 15 OKT 2026
WORDPRESS EDITION
Daerah

Karhutla Kepri Capai 488 Kejadian, 792 Hektare Lebih Lahan Terbakar! BMKG Peringatkan Kabut Asap

karhutla

RadarKota — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Berdasarkan rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepri yang dipublikasikan pada 14 September 2026, tercatat 488 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 792,25 hektare hingga awal September.

Analis Kebencanaan BPBD Kepri, Hardin Nafii, memaparkan bahwa Kabupaten Bintan mencatat luas lahan terbakar terbesar, yakni 592,58 hektare dari 163 kejadian. Sementara itu, Kota Tanjungpinang mencatat frekuensi kejadian tertinggi dengan 224 kasus dan luas lahan terbakar 159,59 hektare.

Data tersebut memperlihatkan bahwa dampak karhutla di Kepri tidak merata. Kota Batam tercatat mengalami satu kejadian dalam rekapitulasi tersebut, sedangkan Kabupaten Lingga mencatat 35 kejadian dengan luas lahan terbakar 38,23 hektare. Angka-angka ini merujuk pada rekapitulasi awal September, bukan total kumulatif terbaru per 15 Oktober 2026.

BMKG Ingatkan Risiko Kabut Asap

Peringatan mengenai dampak karhutla kembali disampaikan pada Kamis, 15 Oktober 2026. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam memprakirakan cuaca Kepri secara umum berawan dengan kondisi udara kabur yang dikaitkan dengan kabut asap kebakaran hutan dan lahan.

BMKG mengingatkan bahwa asap berpotensi mengurangi jarak pandang dan mengganggu pernapasan. Di Kota Batam, suhu udara pada periode prakiraan 15–16 Oktober diperkirakan berkisar 26–32 derajat Celsius, dengan peluang hujan ringan pada siang hari.

Meski hujan lokal berpotensi terjadi, masyarakat tetap perlu waspada karena hujan tidak otomatis menghentikan seluruh titik api, terutama ketika kondisi lahan masih kering.

Imbauan Tingkatkan Kewaspadaan

Hardin Nafii menyampaikan bahwa tim gabungan bersama masyarakat masih melakukan penanganan kebakaran di sejumlah wilayah Kepri yang terdampak. BPBD juga mengingatkan warga agar menghentikan pembakaran lahan dan sampah secara terbuka.

Masyarakat diimbau segera melapor kepada BPBD atau petugas pemadam kebakaran jika melihat titik api maupun asap mencurigakan. Warga yang terdampak kabut asap sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai, serta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan kondisi cuaca.

Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat. Pemantauan titik api, kesiapan sarana pemadaman, serta pencegahan pembakaran terbuka menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran meluas.

PenulisRedaktur

Tag

#Daerah