Evaluasi Total Sepak Bola Nasional: Naturalisasi Boleh, Jangan Abaikan Pembinaan Usia Dini

RadarKota — Laju Tim Nasional Indonesia di kancah internasional memang memetik apresiasi, namun kritik tajam mulai diarahkan pada fondasi tata kelola sepak bola dalam negeri.
Kebijakan akselerasi prestasi lewat jalur naturalisasi dianggap tidak seimbang dengan pembenahan kompetisi domestik dan pembinaan pemain muda yang stagnan.
Data laporan evaluasi liga domestik musim 2025/2026, menunjukkan bahwa durasi menit bermain (minutes played) untuk pemain lokal usia di bawah 21 tahun (U-21) di kasta tertinggi kompetisi nasional kurang dari 12% dari total menit bermain keseluruhan. Selain itu, kurikulum pembinaan usia dini belum merata di 38 provinsi.
Pengamat Sepak Bola Nasional, Anton Sanjoyo, memberikan analisis tajam terkait kondisi ini. Menurutnya, akselerasi timnas dengan pemain keturunan itu solusi jangka pendek yang bagus, tapi jangan dijadikan ‘bedak’ untuk menutupi kebobrokan pembinaan usia dini dan kualitas liga lokal.
“Kalau Liga 1 dan Liga 2 masih diwarnai kontroversi wasit serta manajemen klub yang tidak profesional, sepak bola kita hanya seperti bangunan megah tanpa pondasi. Begitu stok naturalisasi habis, kita kembali ke titik nol,”
tegas Anton, Selasa, 20 Oktober 2026.
Menanggapi kritik tersebut, PSSI menegaskan bahwa perbaikan kualitas kompetisi, pelatihan wasit bersertifikasi VAR, dan liga kelompok umur (EPA) terus ditingkatkan secara bertahap seraya menjaga performa timnas senior.