Menyikapi Kebijakan Gubernur NTT Masuk Sekolah Jam 5 Pagi

by -18 Views
sekolah jam 5 pagi

Dalam video berdurasi 1 menit 43 detik, yang di upload pada media sosial terdapat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Victor Bungtilu Laiskadot, menyatakan untuk menerapkan kebijakan masuk sekolah diwajibkan jam 05.00 pagi kepada dua sekolah unggulan di Kota Kupang, yakni SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 6 Kota Kupang, dimana sekolah lainnya menerapkan kebijakan waktu masuk sekolah diundur 30 menit, menjadi jam 05.30 WITA.

Victor Bungtilu Laiskadot selaku Gubernur NTT, mengatakan bahwa matahari terbit di NTT pukul 05.48 menit, diikuti dengan filosofi: seorang tokoh disiapkan adalah sebelum matahari terbit ia telah siap dalam pembangunan aktivitas kesehariannya. Hal ini yang memotivasi Victor Laiskodat tidak akan mundur saat sudah tidak lagi menjadi gubernur pengganti.

Bukan tanpa alasan Gubernur NTT menerapkan kebijakan untuk mewajibkan masuk sekolah jam 05.00 pagi WITA. Dia berharap, kebijakan yang dibuat mampu bisa meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di NTT, yang saat ini diketaui sangat minim pelajar NTT yang bisa lolos ke Universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Gadja mada (UGM), Universitas Indonesia (UI) dan universitas ternama lainnya.

Dari kebijakan yang dibuat, menuai banyak sekali pro dan kontra. Mulai dari segi kesehatan yang mengkaji dampak dari kurangnya jam tidur yang otomatis akan menyebabkan siswa-siswi akan semakin malas untuk pergi sekolah, munculnya penyakit kronis, bahkan jika seorang pelajar mengalami kurang jam tidur akan memicu depresi dan penurunan sistem imun.

Dari segi keamanan, para orang tua sangat mengkhawatirkan anak-anaknya untuk pergi ke sekolah saat dini hari. Dikarenakan ada beberapa siswa-siswi yang jarak tempat tinggalnya itu memakan waktu cukup lama untuk tiba di sekolah. Ditambah lagi belum adanya angkutan umum yang beroperasi saat dini hari. Sementara dari faktor cuaca kadang tak mendukung yang bisa tia-tiba hujan. Hal ini yang membuat para orangtua khawatir saat anak-anak meraka pergi ke sekolah pada jam yang telah diterapkan.

Namun, ada beberapa pihak pro dari adanya penerapan kebijakan sekolah yang mewajibkan untuk sekolah jam 05.00 WITA. Diantaranya untuk melatih para siswa-siswi agar bisa belajar untuk lebih mandiri, bisa belajar mengatur waktu, serta agar siswa-siswi bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih banyak dari biasanya. Dengan begitu diharapkan jika saat waktu kelulusan, para siswa-siswi tersebut bisa lolos ke Universitas ternama yang ada di Indonesia, serta mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Namun dari keputusan kebijakan mengenai kebijakan masuk sekolah jam 05.00 pagi, membuat heboh media sosial. Kebanyakan masyarakat Indonesia dari berbagai daerah tidak setuju. Terdapat banyak sekali hate komen terhadap kebijakan yang diambil Victor Laiskodat.

Para netizen memberi tanggapan terhadap Gubernur NTT yang seharusnya bisa menjalankan kekuasaanya dengan baik dan benar, seperti saat ingin membuat keputusan dalam hal apapun. Sekecil apapun kebijakan yang diambil, gubernur itu harus melibatkan masyarakat agar tidak ada penyimpangan kekuasan.

Dari penerapan kebijakan yang telah dibuat itu, akan berdampak besar serta merepotkan bagi para siswa-siswi yang harus lebih mempersiapkan diri untuk pergi kesekolah. Termasuk para orang tua yang ikut kesusahan dalam mengurus kebutuhan yang diperlukan anaknya sebelum berangkat kesekolah, seperti menyiapkan makanan. Demikian juga para guru yang harus lebih bisa mengatur waktu untuk mengurus keluarganya sebelum pergi kesekolah untuk mengajar para siswa-siswi di NTT.

Jika tujuan dari kebijakan mengenai masuk sekolah diwajibkan jam 05.00 pagi untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di NTT, maka gubernur seharusnya terlebih dahulu melengkapi fasilitias yang dibutuhkan untuk menunjang pendidikan di sekolah, seperti pembangunan gedung sekolah, pembangunan perpustakaan, pembangunan tempat belajar (kerja kelompok), bus sekolah, yang pasti akan lebih efesien serta tanpa disadari jika fasilitas tersebut telah mencukupi, para siswa-siswi juga akan merasakan kenyamanan untuk lebih bersemangat belajar hal-hal baru, setiap harinya.

Oleh:
Annisa
Mahasiswi Universitas Bangka Belitung Semester 2
Jurusan Ilmu Politik

 

Leave a Reply