Partai Koalisi Pendukung Anies Jangan Terlalu Pragmatis

by -29 Views
rocky gerung 2
Rocky Gerung

RadarKota – Agar masyarakat dapat menilai apakah partai pendukung Anies Baswedan bersungguh-sungguh dalam memberikan dukungan perubahan seperti yang ditawarkan mantan Gubernur DKI itu, sebaiknya segera umumkan kesepakatan tentang masa depan koalisi.

Hal itu disampaikan pengamat politik Rocky Gerung, dalam siaran podcast-nya bersama wartawan senior Hersubeno Arif, Minggu, malam, 6 November 2022. Video yang diunggah ke Youtube 10 jam lalu berjudul “KIB di Simpang Jalan, Golkar Tetap Ngotot Calonkan Airlangga, PPP dan PAN ke Ganjar” itu berdurasi sektiar 18 menit. Sudah ditayangkan sebanyak 42.000, disukai oleh 1.700 orang dan dikomentari oleh 660 oang yang sebabgian besar setuju dengan pandangan Rocky dan Hersubeno.

Keduanya mengulas tentang berita-berita miring disekitar koalisi yang terkesan mandek dalam negosiasi siapa yang mendampingi Anies sebagai calon wakil presiden (cawapres). Ramai disebutkan, posisi tersebut diperebutkan oleh PKS dan Demokrat. PKS mencalonkan Mantan Gubernur Jabar yang sekarang menjabat Wakil Ketua Dewan Syuro Ahmad Heriyawan. Sedangkan Demokrat mencalonkan Ketua Umumnya, Agus Harimukti Yudhono untuk posisi itu.

Ditegaskannya, para partai pendukung Anies untuk maju Pilpres 2024 sebaiknya menyelesaikan pragmatisme yang muncul di antara mereka, tanpa mempertimbangkan tentang untung rugi. Malah tersiar kabar bahwa PKS menolak deklarasi dukungan koalisi yang rencananya diumumkan pada 10 November mendatang. Tetapi berita itu dibantah oleh PKS. Mereka menjamin bahwa akan ada titik temu tentang masalah itu yang akan menguntungkan dan diterima oleh semua pihak. PKS sendiri belum bersedia mengungkapkan apa titik temu yang mereka maksud.

“Ada saatnya pragmatisme itu harus diselesaikan. Sebenarnya itu semua sah-sah saja, tetapi jangan kelamaaan. Itu akan membuat rakyat pemilih bosan dan bertanya-tanya. Segeralah kedepankan kesepakatan daripada bermain-main dalam isyu yang tidak jelas dan tentunya tidak elok bagi perkembangan demokrasi kita,” kata laki-laki berkecamata yang terkenal dengan sebutan Presiden Akal Sehat itu.

Dia menyatakan, kesepakatan itu harus diselesaikan di depan sebelum deklarasi diumumkan. “Jangan ada kesan bahwa para partai koalisi menunggu sinyal dari Anies apalagi menunggu sinyal bagi-bagi uang. Jangan sandera Anies dengan harapan dia akan memberi mahar. Itu tidak bagus dan tidak mendidik,” kata mantan Staf Pengajar Jurusan Filsafat UI tersebut.

Dikatakan Rocky, masyarakat mengharapkan agar politik itu dikembalikan pada wilayah moral atau values. “Kebersihan politik itu yang ingin ditonton rakyat. Yang kita inginkan adalah kemenangan demokrasi untuk rakyat bukan kemenangan pemilu untuk partai atau kepentingan para elite yang cuma memikirkan diri, keluarga, dan kelompoknya sendiri,” ujarnya.

Rocky mengingatkan kembali janji Reformasi tahun 1998 tentang demokrasi yang bersih dan memihak rakyat, janji tentang politik yang beradab, janji tentang Indonesia yang mulia dan bermartabat. “Semua itu harus dimulai dengan kebersihan moral para politisi. Itu yang selalu kita dorong bahwa ingat demoksasi itu bukan tentang permainan uang tetapi integritas. Demokrasi itu bukan tentang tukar tambah sentimen tetapi adu argumen,” tandasnya.

Leave a Reply